"Semana Santa Larantuka , Tradisi suci di ujung Timur Pulau Flores"
Hello sobat,,, di blog saya kali ini, saya ingin menceritakan tentang semana Santa di Larantuka.
Mengenal Semana Santa, tradisi paskah di larantuka yang lestari dari abad ke abad.
Mengutip buku berjudul Panduan Prosesi Jumat Agung Larantuka, ritual peninggalan Portugis itu rutin digelar sejak abad ke-16. Sekitar tahun 1550, misionaris Katolik dari Ordo Dominikan memulai karya penyebaran agama di daerah itu. Tahun 1562, ada 200 orang memeluk Katolik di Larantuka.
Sejarah Semana Santa di Larantuka
Cerita turun temurun mengisahkan bahwa seorang pemuda bernama Resiona menemukan Patung Tuan Ma di pesisir pantai Larantuka. Patung tersebut ditempatkan di korke (rumah adat) dan dihormati oleh penduduk setempat sebagai bagian dari upacara dan penyembahan. Kemudian, seorang misionaris tiba dan mengidentifikasi patung sebagai Santa Maria, Bunda Yesus.
Meskipun aktivitas prosesi tercatat sudah terjadi pada tahun 1617, sejarah pasti kedatangan Patung Bunda Maria ini masih menjadi misteri yang dirahasiakan oleh Raja Larantuka pada masa itu, karena dianggap tabu untuk dibicarakan oleh penduduk setempat.
Di sini saya akan menceritakan tradisi di Larantuka menjelang paskah
1. Tradisi Tikam Turo Sepanjang lintasan prosesi Semana Santa kini dipasang "Turo" atau pagar berbahan bambu dan kayu kukung. Pemasangan pagar-pagar ini disebut "Tikam Turo" dan menjadi tradisi warisan leluhur sejak ratusan tahun silam. Pada hari Selasa dalam pekan suci ini ratusan umat usia anak muda hingga lanjut usia (lansia) antusias membawa kayu bambu dan kukung ke jalan raya. Mereka mengikat bambu dengan gebang pada tiang kukung yang sudah ditancapkan ke tanah. Tradisi Tikam Turo tak memakan waktu lama karena melibatkan banyak orang. Dimulai pukul 14.00 Wita, Turo rampung dikerjakan sekira pukul 16.30 Wita. Memasang turo rampung mengelilingi lintasan atau jalur prosesi dari Gereja Kathedral ke Kapela tuan ana sampai ke Kapela tuan Ma dan dari kepala tuan Ma sambung kembali di gereja Kathedral lagi,,, jaraknya sekitar kurang lebih 3km. Setelah Turo rampung, umat akan memasang lilin pada tiang kayu tersebut. Lilin dengan jumlah ribuan itu menerangi prosesi Semana Santa, pada saat malam jumad agung mengenang kisah sengsara Yesus yang wafat di kayu salib.
Seperti ini contoh gambar pemasangan turo
2. Rabu Trewa Memasuki pekan suci dimulainya Tri Hari Suci, umat Katolik di Larantuka, Nusa Tenggara Timur, salah satunya yakni melakukan tradisi membunyikan seng bekas di jalanan atau biasa disebut Tradisi Rabu Trewa. Tradisi yang ini dilakukan dari Kapela Tuan Ana menuju Kapela Tuan Ma. Arti dari Rabu Trewa adalah Trewa dilakukan pada Hari Rabu atau sehari sebelum perayaan Kamis Putih. Di mana Yesus melakukan perjamuan Kudus bersama para murid-Nya. Dalam tradisi umat Katolik di Keuskupan Larantuka, Trewa berarti bunyi-bunyian atau kegaduhan. Kegaduhan atau bunyian itu di lakukan pada saat selesai berdoa/ mengaji bahasa latin di Kapela setelah itu Dentang lonceng gereja di bunyikan dan di mulai dengan teriakan Trewaaa,,, Trewaaa,,, Trewaaa di situ para warga Larantuka memulai kegaduhan atau bunyi- bunyian tersebut dengan cara memukul - mukul seng, berhenti nya kegaduhan itu di tandakan dengan Dentang lonceng gereja di bunyikan.
Seperti ini contoh gambar pada malam
Rabu Trewa









setiap tahun saya sllu mengikuti semana santa dilarantuka, krna saya paling terkesan melihat trdisi dinagi renhya, bnyak kalangan diberbagai kota dan negara mengikuti kegiatan semana santa,
BalasHapus